<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="https://falakiyahmadani.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://falakiyahmadani.co.id</link>
	<description>Falakiyah Madani</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Sep 2025 01:52:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/cropped-Untitled-1-2-32x32.png</url>
	<title></title>
	<link>https://falakiyahmadani.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GERHANA BULAN TOTAL 7 SEPTEMBER 2025</title>
		<link>https://falakiyahmadani.co.id/gerhana-bulan-total-7-september-2025/</link>
					<comments>https://falakiyahmadani.co.id/gerhana-bulan-total-7-september-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 14:05:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://falakiyahmadani.co.id/?p=5792</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Tim Falakiyah Surabaya (Ephemeris Al-Falakiyah) Surabaya, 17 Agustus 2025 &#160; Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada hari Ahad tanggal 07 bulan September tahun 2025 masehi, menurut Kalender Islam Global Tunggal (KIGT) bertepatan pada tanggal 15 Rabiul Awal 1447 hijriah. Gerhana Bulan Total kali ini memiliki magnitude umbra 1.3685 dan bisa diamati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><i>Oleh : Tim Falakiyah Surabaya (Ephemeris Al-Falakiyah) Surabaya, 17 Agustus 2025</i></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi pada hari Ahad tanggal 07 bulan September tahun 2025 masehi, menurut Kalender Islam Global Tunggal (KIGT) bertepatan pada tanggal 15 Rabiul Awal 1447 hijriah. Gerhana Bulan Total kali ini memiliki magnitude umbra 1.3685 dan bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia.</span></p>
<p><b>Bagian Wilayah Indonesia yang Bisa Melihat Gerhana Bulan Total</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Wilayah Indonesia bagian tengah dan barat bisa menikmati secara utuh proses fase gerhana Bulan tanpa terhalang terbit maupun terbenamnya Bulan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan wilayah Indonesia bagian timur, fase akhir penumbra bertepatan dengan terbenamnya Bulan, sehingga fase akhir penumbra tidak dapat dinikmati sepenuhnya. Terutama di daerah paling timur yaitu Jayapura dan Merauke, di mana Bulan sudah berada pada posisi dibawah horizon sebelum fase penumbra berakhir.</span></p>
<p><b>Figur dan Data Astronomi Gerhana Bulan Total</b></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5794 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2025/09/penumbra-bumi.jpg" alt="" width="499" height="454" /></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-5794 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2025/09/duurs.png" alt="" width="599" height="554" /></p>
<p><b>Peta Visibilitas Gerhana Bulan Total</b></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-5794 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2025/09/peta.jpg" alt="" width="699" height="654" /></p>
<p><b>Peristiwa dan Jadwal Waktu Gerhana Bulan Total</b></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5794 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2025/09/perriss1.png" alt="" width="699" height="654" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5794 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2025/09/perris2.png" alt="" width="699" height="654" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://falakiyahmadani.co.id/gerhana-bulan-total-7-september-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PENENTUAN RASDHUL KIBLAT DAN TATA CARANYA</title>
		<link>https://falakiyahmadani.co.id/penentuan-rasdhul-kiblat-dan-tata-caranya/</link>
					<comments>https://falakiyahmadani.co.id/penentuan-rasdhul-kiblat-dan-tata-caranya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 04:31:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://falakiyahmadani.co.id/?p=5743</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : M. Syamsu Alam Darajat, S.HI., S.H., M.A. &#160; Ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup tentu Arah Kiblat tidak menjadi sebuah persoalan yang serius, karena pada saat itu masyarakat muslim masih terbatas, Rasulullah SAW sendiri yang menunjukkan kemana Arah Kiblat yang benar. Persoalan itu menjadi cukup rumit ketika umat Islam telah tersebar luas di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><i>Oleh : M. Syamsu Alam Darajat, S.HI., S.H., M.A.</i></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup tentu Arah Kiblat tidak menjadi sebuah persoalan yang serius, karena pada saat itu masyarakat muslim masih terbatas, Rasulullah SAW sendiri yang menunjukkan kemana Arah Kiblat yang benar. Persoalan itu menjadi cukup rumit ketika umat Islam telah tersebar luas di seluruh penjuru belahan dunia dan Rasulullah telah wafat. Tidak ada pilihan lain kecuali harus berijtihad untuk menentukan Arah Kiblat yang benar. Dalam konteks ini Imam An-Nawawi menegaskan bahwa:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Jika seseorang yang punya kemampuan untuk berijtihad mencari arah kiblat namun ia tidak mau melakukannya, mencukupkan diri dengan bertaklid pada mujtahid lain maka salatnya tidak sah walaupun arah kiblat itu pada kenyataannya benar, karena ia meninggalkan tugasnya untuk mencari arah kiblat dan menghadap ke arahnya; sebagaimana disepakati tidak sah salatnya seseorang yang tidak bertaklid dan tidak berijtihad walaupun ia menghadap pada arah yang benar”</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Berijtihad dalam menentukan Arah Kiblat berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga metode yang dipakai bisa berkembang sesuai dengan kemajuan yang dicapai. Dengan kata lain hukum menghadap Kiblat tetaplah wajib, namun metode penentuan Arah Kiblat berkembang menuju metode yang lebih akurat dan teliti.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Konsep penentuan Arah Kiblat bagi banyak orang (khususnya di Indonesia) adalah konsep abstrak yang sulit dicari, karena Kakbah tidak terlihat langsung pada pandangan mata manusia. Meskipun Arah Kiblat senyatanya merupakan azimuth sehingga dapat di simpulkan langsung menggunakan kedudukan benda langit tertentu (seperti Matahari) ataupun menggunakan pedoman (kompas) magnetis, hanya sedikit yang mampu memahami apalagi menerapkannya. Terlebih benda langit tersebut senantiasa bergerak dari waktu ke waktu sehingga dibutuhkan pengetahuan mencukupi guna menentukan waktu yang tepat, sementara jarum kompas pun relatif bisa bersimpangkan akibat anomali magnetis saat berada di lingkungan kaya besi dan mineralnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Dasar Hukum Arah Kiblat Berdasarkan Al-Qur’an</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kewajiban dalam menghadap kiblat saat melaksanakan salat tertuang dalam firman Allah Swt. dalam Alquran:</span></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Baqarah [2] : 144</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ١٤٤</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan”</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Baqarah [2] : 149-150</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ ١٤٩ وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۙ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۙ ١٥٠</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari dalil-dalil Al-Qur’an di atas terdapat tiga kali pengulangan pada kalimat  “</span><i><span style="font-weight: 400;">fawalli  wajhaka  shat}r  al-Masjidilh}ara&gt;m</span></i><span style="font-weight: 400;">”.  Menurut  Ibn  Abbas pengulangan tersebut merupakan penekanan terhadap pentingnya menghadap ke Kiblat. Sementara itu Ar-Razi mengartikan pengulangan tersebut memiliki fungi yang berbeda. Pada surat Al-Baqarah ayat 144 menjelaskan tentang umat muslim yang berada di wilayah kakbah dan dapat melihat langsung, untuk Al-Baqarah ayat 149 ditujukan  kepada  umat muslim yang berada di luar Masjidil al-Haram dan untuk Al-Baqarah ayat 150 ditujukan kepada umat muslim yang berada di wilayah yang jauh atau negara-negara luar. Dalam ayat-ayat tersebut dapat dipahami bahwa perintah menghadap ke Arah Kiblat (kakbah) tidak hanya ditujukan kepada umat muslim yang berada di kota Mekah dan sekitarnya tetapi juga ditujukan kepada seluruh umat muslim di seluruh dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Dasar Hukum Arah Kiblat Berdasarkan Hadis</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kewajiban menghadap ke Arah Kiblat yaitu kakbah pada masa Nabi Muhammad SAW. tidak banyak permasalahn seperti saat ini dikarenakan pada masa tersebut kaum muslim masih bisa melihat Kakbah secara langsung, beda halnya seperti sekarang ini atau saat Rasulullah telah wafat, kaum  muslimin telah tersebar luas di seluruh belahan dunia baik itu belahan dunia bagian Utara, Selatan, Barat dan Timur. Selain Alquran terdapat beberapa hadis tentang dasar menghadap ke Arah Kiblat. Rasulullah SAW bersabda</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dari Abi Hurairah ra., nabi Muhammad saw. bersabda: “arah  yang terletak di antara Timur dan Barat adalah kiblat” </span></i><span style="font-weight: 400;">(HR. Ibnu Majah dan Turmudzi yang mengatakan Hasan Sahih)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Hadist tersebut menjelaskan bagi orang yang akan melaksanakan ibadah Salat wajib menghadap ke Arah Kiblat, maksud dari arah yang terletak di antara Timur dan Barat adalah Kiblat jika seseorang tidak dapat menghadap ke arahnya menurut beberapa pendapat ulama, tetapi bagi orang yang dapat melihatnya maka kiblatnya tidak terbatas Barat maupun Timur, akan tetapi tetap menghadap ke kiblat walaupun dari arah manapun.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dari Abu Hurairah ra., nabi Muhammad saw. bersabda: “Bila hendak salat maka sempurnakanlah wudu, lalu menghadaplah ke kiblat kemudian takbir”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Bukhari)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Adapaun hadis di atas menjelaskan secara umum terkait kewajiban menghadap ke kiblat ketika melaksanakan salat bagi setiap kaum muslimin kecuali dalam keadaan lemah (sakit) atau dalam keadaan tertentu yang benar-benar tidak bisa menghadap ke Arah Kiblat Kakbah</span></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Memahami Rasdhul Kiblat</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Umat Islam telah sepakat bahwa menghadap ke Arah Kiblat adalah merupakan syarat sahnya Salat. Mengetahui arah Kiblat suatu kebutuhan bagi seluruh umat Islam. Salah satu metode yang paling sederhana, bebas biaya, dan memiliki tingkat keakurasian tinggi untuk menentukan arah Kiblat adalah degan cara memanfaatkan fenomena Rasdhul Kiblat / Istiwa ‘Adzam tahunan. Rasdhul Kiblat adalah posisi Matahari tepat berada diatas Kakbah disebabkan Lintang Kakbah sama dengan Deklinasi Matahari, sehingga Matahari berkulminasi tepat diatas Kakbah. Deklinasi Matahari pada saat itu 21</span><span style="font-weight: 400;">o</span><span style="font-weight: 400;"> 25’ yang mana tepat dengan lintang Kakbah. Dengan demikian, bayangan yang dihasilkan benda tegak lurus di seluruh permukaan Bumi pasti akan mengarah ke arah Kiblat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5745 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/Untitled-1.jpg" alt="" width="663" height="480" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/Untitled-1.jpg 663w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/Untitled-1-300x217.jpg 300w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/Untitled-1-600x434.jpg 600w" sizes="(max-width: 663px) 100vw, 663px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Peristiwa Rasdhul Kiblat terjadi 1 (satu) tahun 2 (dua) kali. Untuk tahun Kabisat terjadi setiap tanggal 27 Mei dan 15 Juli, sedangkan tahun Bashitah terjadi pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli. Untuk bulan Mei pada jam 16:18 WIB dan bulan Juli jam 16:27 WIB. Menurut pakar ahli ada yang berpendapat bahwa 2 hari sebelum dan sesudah peristiwa Rasdhul Kiblat dengan rentang waktu ± 5 menit masih dapat digunakan untuk mengetahui maupun mengecek kembali arah Kiblat, karena membandingkan hasil hitung Rasdhul Kiblat harian di berbagai tempat. Tabel selisih azimuth matahari dan kiblat digunakan untuk mengetahui tingkat akurasi Rasdhul Kiblat masing-masing daerah dan metode. Sebagai contoh pada tanggal 26, 27, 29, dan 30 Mei pukul 16.18 WIB ternyata juga masih akurat. Sedangkan untuk rentang waktu ± 5 menit mempunyai tingkat akurasi yang berbeda-beda bagi masing-masing daerah. Sehingga toleransi waktunyapun menjadi bervariasi. Secara teoritis, H+2 dan H-2 dengan waktu ± 5 menit tidaklah akurat, tetapi secara praktis waktu-waktu tersebut masih cukup akurat untuk mengkalibrasi arah kiblat di setiap wilayah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><b>Tata Cara Penentuan Rasdhul Kiblat</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sebelum melakukan pengamatan Rasdhul Kibkat, ada beberapa hal yang wajib dilakukan, yaitu:</span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pastikan benda yang menjadi patokan benar-benar berdiri tegak lurus dan harus berada di halaman Masjid, Mushollah, depan rumah, lapangan/outdoor. Karena dalam menentukan arah kiblat dengan peristiwa Rasdhul Kibkat mengandalkan sinar Matahari.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Permukaan dasar benda tegak lurus harus benar-benar datar dan rata. Untuk mengecek kerataan, bisa menggunakan alat waterpass.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Waktu pengamatan harus disesuaikan dengan waktu BMKG, RRI, atau Telkom. Karena server jam tersebut adalah waktu standart Indonesia</span></li>
</ol>
<ul>
<li style="font-weight: 400; text-align: justify;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Server BMKG =&gt; </span><a href="https://jam.bmkg.go.id/Jam.BMKG"><span style="font-weight: 400;">https://jam.bmkg.go.id/Jam.BMKG</span></a></li>
<li style="font-weight: 400; text-align: justify;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Server Time.is =&gt; </span><a href="https://time.is/"><span style="font-weight: 400;">https://time.is/</span></a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://falakiyahmadani.co.id/penentuan-rasdhul-kiblat-dan-tata-caranya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AL-QUR’AN DAN ASTRONOMI</title>
		<link>https://falakiyahmadani.co.id/al-quran-dan-astronomi/</link>
					<comments>https://falakiyahmadani.co.id/al-quran-dan-astronomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2022 04:25:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://falakiyahmadani.co.id/?p=5740</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Dr. Drs. H. Sriyatin Shodiq, S.H., M.Ag., M.H. &#160; &#160; A. Al-Quran Secara bahasa Al-Quran dari kata qara’a- ya’rau-qur’an–al qur’an berarti bacaan atau bacaan mulia. Mengapa disebut bacaan mulia karena Al-Quran adalah mukjizat yang “dibaca” atau sebagain “bacaan” dan dihapalkan oleh jutaan umat Islam dan membacanya sebagai ibadah. Al-Quran adalah wahyu firman Allah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><i>Oleh : Dr. Drs. H. Sriyatin Shodiq, S.H., M.Ag., M.H.</i></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><b>A. Al-Quran</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Secara bahasa Al-Quran dari kata </span><i><span style="font-weight: 400;">qara’a- ya’rau-qur’an–al qur’an</span></i><span style="font-weight: 400;"> berarti bacaan atau bacaan mulia. Mengapa disebut bacaan mulia karena Al-Quran adalah mukjizat yang “dibaca” atau sebagain “bacaan” dan dihapalkan oleh jutaan umat Islam dan membacanya sebagai ibadah.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Al-Quran adalah wahyu firman Allah yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhmmad SAW dengan perantara malaikat Jibril yang tertulis di dalam mushaf yang disampaikan secara mutawatir yang membacanya dianggap sebagai ibadah dari mulai surat al-Fatihah sampai surat an-nas</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril adalah surat Al-‘Alaq [96] : 1-5 di Gua Hira pada tanggal 17 Ramadan 610 Miladiah. Al-Quran diturunkan dua tahap/periode, periode pertama turun di Mekah disebut Makiyah dan periode kedua di Madinah disebut Madaniyah. Terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6236 ayat dan menurut Imam Syafii menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al-Quran sebanyak 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu) huruf.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-‘Alaq [96] : 1-5</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Hajr [15] : 9</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ ٩</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur&#8217;an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Qamar [54] : 17, 22, 32 dan 40</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ١٧</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur&#8217;an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ࣖ ٢٢</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur&#8217;an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ٣٢</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur&#8217;an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ࣖ ٤٠</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur&#8217;an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Baqarah [2] : 2</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ ٢</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Kitab (Al-Qur&#8217;an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”,</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى قَالَ: سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ كَعْبٍ القُرَظِيَّ يَقُولُ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ الْم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.رواه الترمذي</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">Dari Ayyub bin Musa berakata:bersabda: Aku mendengar Muhammad bin Ka’ab al-Qurudhi berkata, Aku mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata: Rasulullah saw bersabada,  &#8220;Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Quran), maka baginya satu hasanah (kebaikan) dan satu hasanah itu sama dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.&#8221;</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. At-Tirmizi).</span></p>
<p style="text-align: justify;"><b>B. Astronomi</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kata astronomi berasal dari bahasa Yunani, “astron” berarti bintang, dan “nomos” berati ilmu atau hukum. Astronomi adalah ilmu yang berkaitan dengan bintang atau perbintangan. Ilmu astronomi adalah ilmu pengetahuan yang membahas mempelajari benda-benda langit dan fenomena alam di luar bumi, termasuk fenomena di atmosfer atas Bumi yang berasal dari luar angkasa seperti meteor dan aurora.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Ilmu astronomi secara pokok membahas mempelajari berbagai sisi dari objek langit seperti asal usul, sifat fisika/kimia, meteorologi, gerak dan menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang ilmu tertua, sebagaimana diketahui dari beberapa peninggalan astronomi yang berasal dari era prasejarah. Contohnya monumen-monumen yang ada di Mesir. Orang-orang dari peradaban awal semacam Babilonia, Yunani Kuno, Tiongkok, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologinya  tentang langit malam. Hal ini diketahui bahwa astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Pada abad ke-20, astronomi profesional terbagi menjadi dua cabang; pertama astronomi observasional, yaitu studi astronomi yang melibatkan pengamatan dan  penelitian atas benda-benda langit, dikumpulan sebagai data astronomi,  dianalisis dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar fisika. Kedua, astronomi teoretis, yaitu studi astronomi yang terpusat pada upaya pengembangan model-model komputer/analitisn guna menjelaskan sifat-sifat benda-benda langit serta fenomena-fenomena alam lainnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kedua cabang ini, mengimplementasikan astronomi teoretis berusaha untuk menerangkan hasil-hasil pengamatan astronomi observasional, dan astronomi observasional menerangkan akan bukti-bukti kesimpulan yang dibuat oleh astronomi teoretis.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Astronomi berbeda dengan astrologi. Astrologi berkaitan dengan kepercayaan nasib dan urusan manusia berhubungan dengan letak benda-benda langit seperti bintang atau rasinya, sehingga saat ini astrologi tidak merupakan sebagai cabang ilmu pemngetahuan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>C. <b>Al-Quran dan Astronomi</b></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Al-Quran memberi petunjuk dan isyarat berkaitan dengan astronomi, antara lain seperti dijelaskan dalam ayat-ayat al-Quran di bawah ini.</span></p>
<p><b>1. Perhitungan  Waktu dan Tahun Kalender</b></p>
<p><b style="font-style: inherit;">Yunus [10] : 5</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ٥</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Isra’ [17] : 12</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;"> وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا ١٢</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5817 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-49.jpg" alt="" width="441" height="533" /></p>
<p style="text-align: justify;"><b>2. Tahun Syamsiah dan Tahun Kamariah</b></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Ar-Rahman [55] : 5</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ ٥</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan”,</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Kahfi [18] : 25</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَلَبِثُوْا فِيْ كَهْفِهِمْ ثَلٰثَ مِائَةٍ سِنِيْنَ وَازْدَادُوْا تِسْعًا ٢٥</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5818 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-50.jpg" alt="" width="534" height="490" /></p>
<p><b>3. Hilal dan Fase-Fase Bulan </b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">Al-Baqarah [2] : 189</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">۞ يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰىۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ١٨٩</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">At-Taubah [9] : 36</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ٣٦</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5819 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-51.jpg" alt="" width="505" height="420" /></p>
<p><b>4. Menciptakan Langit dan Seimbang</b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">Al-Mulk [67] : 3-4</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًاۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ ٣ ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ ٤</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?. Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5820 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-52.jpg" alt="" width="591" height="520" /></p>
<p><b>5. Bintang Sebagai Petunjuk Arah</b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">Al-An’am [6] : 97</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ النُّجُوْمَ لِتَهْتَدُوْا بِهَا فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ٩٧</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Beberapa riwayat hadis</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari Abu Hurairah berkata: “Ingatlah, sungguh hamba pilihan umat Muhammad saw adalah  orang-orang yang memperhatikan matahari, bulan dan  bintang untuk mengetahui waktu-waktu salat. (HR. Al-Baihaqi)</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dari Mis’ar dari Ibrahim al-Saksaki dari Ibn Abi Awfa berkata, Rasulullah saw bersabda: sungguh pilihan hamba Allah adalah  orang-orang yang memperhatikan matahari, bulan, bintang dan hilal untuk mengingat Allah ‘azza wa jalla [HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim).</span></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5821 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-53.jpg" alt="" width="739" height="587" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-53.jpg 739w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-53-300x238.jpg 300w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-53-600x477.jpg 600w" sizes="(max-width: 739px) 100vw, 739px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5822 " src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-54.jpg" alt="" width="510" height="310" /></p>
<p><b>6. Gugus Bintang Dan Galaksi-galaksi</b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">Al-Hijr [15] : 16</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِيْنَۙ ١٦</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan men-jadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya)”,</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">Al-Buruj [85] : 1</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ ١</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang”,</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5823 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-55.jpg" alt="" width="673" height="435" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-55.jpg 673w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-55-300x194.jpg 300w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-55-600x388.jpg 600w" sizes="(max-width: 673px) 100vw, 673px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>7. Teori Tentang Big-Bang</b></p>
<p><b>QS. Al-Anbiya’ [21] : 30</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ ٣٠</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5824 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-56.jpg" alt="" width="673" height="249" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-56.jpg 673w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-56-300x111.jpg 300w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-56-600x222.jpg 600w" sizes="(max-width: 673px) 100vw, 673px" /></p>
<p><b>8. Teori tentang Garis Edar Planet dan Benda-benda Angkasa</b></p>
<p><strong><span style="font-style: inherit;">QS. </span>Yasin [36] : 38, 39, 40</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ ٣٨ وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ ٣٩ لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ ٤٠</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">QS. Al-Anbiya’ [21] : 33</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ ٣٣</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><b style="font-style: inherit;">QS. Az-Zariyat [51] : 7</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِۙ ٧</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5825 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-57.jpg" alt="" width="688" height="390" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-57.jpg 688w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-57-300x170.jpg 300w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-57-600x340.jpg 600w" sizes="(max-width: 688px) 100vw, 688px" /></p>
<p><b>9. Penciptaan Alam Semesta</b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">QS. Al-An’am [6] : 101</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنّٰى يَكُوْنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهٗ صَاحِبَةٌ ۗوَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ١٠١</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5787 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-39.jpg" alt="" width="598" height="284" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-39.jpg 598w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-39-300x142.jpg 300w" sizes="(max-width: 598px) 100vw, 598px" /></p>
<p><b>10. Bentuk Bumi Bulat</b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">QS. Az-Zumar [39] : 5</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ ٥</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5788 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-40.jpg" alt="" width="598" height="284" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-40.jpg 598w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-40-300x142.jpg 300w" sizes="(max-width: 598px) 100vw, 598px" /></p>
<p><b>11. Alam Semesta Mengambang</b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">QS. Ar-Ra’du [13] : 2</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">اَللّٰهُ الَّذِيْ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ يُدَبِّرُ الْاَمْرَ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاۤءِ رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ ٢</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu”.</span></i></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5789 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-41.jpg" alt="" width="598" height="284" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-41.jpg 598w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-41-300x142.jpg 300w" sizes="(max-width: 598px) 100vw, 598px" /></p>
<p><b>12. Bahayanya Meteor Dan Asteroid</b></p>
<p><b style="font-style: inherit; text-align: justify;">QS. Al-Mulk [67] : 17</b></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">اَمْ اَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يُّرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًاۗ فَسَتَعْلَمُوْنَ كَيْفَ نَذِيْرِ ١٧</span></p>
<p style="text-align: justify;"><i><span style="font-weight: 400;">“Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku”.</span></i></p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-5790 size-full" src="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-42.jpg" alt="" width="598" height="284" srcset="https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-42.jpg 598w, https://falakiyahmadani.co.id/wp-content/uploads/2022/09/der-42-300x142.jpg 300w" sizes="(max-width: 598px) 100vw, 598px" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://falakiyahmadani.co.id/al-quran-dan-astronomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>https://falakiyahmadani.co.id/hello-world/</link>
					<comments>https://falakiyahmadani.co.id/hello-world/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2022 03:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://falakiyahmadani.co.id/?p=1</guid>

					<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://falakiyahmadani.co.id/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Test</title>
		<link>https://falakiyahmadani.co.id/test/</link>
					<comments>https://falakiyahmadani.co.id/test/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Dec 2021 08:54:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://falakiyahmadani.co.id/2021/12/03/test/</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://falakiyahmadani.co.id/test/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
